Sunday, February 11, 2018

Berwisata ke Yogyakarta Makin Asyik Dengan Becak Online

Berwisata ke Yogyakarta Makin Asyik Dengan Becak Online

kumpulanupdateberita - Pemerintah Daerah DIY berencana membuat aplikasi semacam Gojek, tapi khusus diperuntukkan bagi becak. Dengan adanya aplikasi tersebut, maka akan ada kepastian tarif bagi penumpang. Jalan-jalan ke berbagai destinasi wisata juga bakal semakin mudah dan mengasyikkan.
Dari sisi penarik becak, aplikasi juga bisa digunakan untuk mendapatkan tips dari toko oleh-oleh setelah berhasil mengantarkan penumpang.

Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DIY Hari Agus Triyono mengatakan, wacana tersebut dimunculkan sebagai salah satu upaya untuk memberdayakan moda transportasi tradisional itu. Ia mengaku sudah melemparkan rencana tersebut saat bertemu dengan pengembang perusahaan rintisan.

Ia berkeinginan membuat aplikasi semacam Grab dan Gojek karena selama ini beberapa wisatawan mengeluh karena tarif yang diminta dengan yang disepakati sejak awal kerap berbeda. “Kalau uda ada aplikasi kan rutenya sudah jelas, tarifnya juga. Penumpang jadi merasa nyaman,” jelasnya.

Menurutnya, selama ini ada penumpang yang merasa dirugikan saat menumpang becak, sebab ada proses tawar menawar tapi itupun kadang saat sampai lokasi, tarifnya jadi berubah.

Dengan adanya aplikasi maka tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Jika tarif dinilai kurang berkenan, konsumen tinggal membatalkan pesanan. “Sekarang seolah-olah penumpang merasa dipaksa.”

Dengan demikian, ia mengungkapkan akan ada batas tarif bawah dan batas tarif atas, seperti layaknya taksi berbasis aplikasi. Selain itu jika banyak ada pesanan, maka tarif akan naik dengan sendirinya. Keadilan pun bisa diharapkan terwujud.

Ia juga menginginkan, aplikasi ini bisa menunjukkan harga barang-barang di pusat oleh-oleh dan kerajinan, sehingga turis bisa punya bayangan harga. Jika dirasa cocok, wisatawan bisa memesan becak untuk mengantarkannya ke tempat yang dituju.

Saat mengantarkan penumpang ke pusat oleh-oleh itulah penarik becak akan mendapatkan komisi. Sistem yang ia inginkan persis seperti Go-food. Jika becak mengantar penumpang untuk berbelanja, tarifnya akan naik sekian persen dari harga normal.

“Nanti mesti dapet komisi. Kalau sekarang kan masih secara manual. Nganter penumpang terus penarik becak dikasi uang. Nanti kalau itu bisa terwujud, sistemnya kayak go-food, kalau tokonya ikut sistem, penarik becak akan dapet sekian persen dari harga. Misalnya harga sesuatu Rp10.000, trus kalau pakai aplikasi harganya jadi Rp12.000. Rp2.000 itu jadi jatah tukang becak.”

Berwisata ke Yogyakarta Makin Asyik Dengan Becak Online

Namun, untuk merealisasikan rencana ini, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengedukasi penarik becak agar melek teknologi. Dengan demikian, Agus menilai perlu adanya koordinasi lintas sektor dengan melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Terkait wacana itu, ia mengaku baru sebatas menyampaikannya pada pengembang? startup. Menurutnya saat ia menyampaikan hal tersebut para pengembang mengaku tertarik dengan ide tersebut dan mengajak diskusi lanjutan.

“Ada ketertarikan dari mereka. Tapi ini baru mimpi dan masih dalam proses. Maksud saya dalam proses karena becak kayuh ciri khas Jogja dan diatur dalam perda. Nanti andong juga bisa masuk dalam sistem ini. Intinya untuk pengembangan pariwisata supaya wisatawan bisa semakin nyaman dan prosesnya makin transparan,” ujar Agus.

Dinas Perhubungan DIY akan melakukan kajian untuk menentukan rute-rute mana saja yang potensial bagi tukang becak, menyusul akan dirintisnya becak online.

Setelah kajian selesai, Dishub DIY tidak akan membuat zonasi, tapi hanya mengarahkan para tukang becak untuk beroperasi di rute-rute tersebut.

Rute yang potensial, lanjutnya tidak hanya di daerah pariwisata, tapi juga di perkampungan, sebab ada sebagian orang yang lebih percaya dan nyaman menggunakan becak.

“Yang jelas untuk jalan besar tidak akan direkomendasikan karena akan membuat lalu lintas semakin padat dan dari aspek keamanannya tidak baik,” katanya.

Lebih jauh ia menerangkan, dengan pemilihan rute yang tepat maka penarik becak bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan dan tanpa perlu melalui jarak yang jauh.

Lewat cara ini, ia berharap para penarik becak motor bisa beralih lagi ke becak kayuh, karena tidak ada lagi alasan lelah dan sebagainya. Kalau pun lelah, tapi dapat uang setimpal maka kerja keras jadi terbayar.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD DIY Chang Wendryanto menilai desain bodi becak kayuh harus dikembalikan seperti semula, dalam artian yang menampilkan ciri khas Jogja.

Ia menilai badan becak saat ini lebih banyak yang dicat dengan menyertakan nama hotel dan pusat oleh-oleh. “Kalau desainnya mengedepankan ciri khas Jogja, maka akan jadi daya tarik tersendiri,” ucapnya.

sumber : okezone

Sebelum Beli Rumah Subsidi, Cek Dulu Kualitasnya

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.